Indeks Keanekaragaman Plankton dan Bentos Sebagai Bioindikator Lingkungan Perairan di Sungai Barito, Kalimantan Selatan
DOI:
https://doi.org/10.70716/tres.v2i1.705Keywords:
Benthos, Indeks Dominansi, Indeks Keanekaragaman, Plankton, Sungai BaritoAbstract
Sungai Barito di Kalimantan Selatan merupakan jalur perairan vital yang menopang kehidupan masyarakat setempat, namun saat ini menghadapi tekanan yang semakin meningkat akibat aktivitas antropogenik, sehingga diperlukan penilaian terhadap kondisi kesehatan ekologisnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat keanekaragaman dan stabilitas komunitas plankton serta bentos sebagai bioindikator utama pada empat stasiun pengamatan di wilayah sungai. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui pengambilan sampel langsung di lapangan menggunakan jaring plankton standar dan alat pengambil sampel bentik. Komposisi, kelimpahan, dan distribusi organisme dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) dan Indeks Dominansi Simpson (D’). Hasil analisis mengidentifikasi 49 spesies fitoplankton, 20 spesies zooplankton, dan 3 spesies bentos. Temuan utama menunjukkan bahwa nilai total Indeks Keanekaragaman Shannon–Wiener (H’) pada seluruh stasiun berkisar antara 1,172 hingga 2,864, yang mengindikasikan kualitas perairan sungai tergolong tercemar sedang dengan stabilitas komunitas biotik pada tingkat sedang. Sementara itu, nilai Indeks Dominansi Simpson (D’) berkisar antara 0,362 hingga 0,884, yang menunjukkan tidak adanya dominansi spesies tunggal sehingga komunitas organisme masih relatif seimbang meskipun berada dalam kondisi tertekan. Hasil tersebut menegaskan bahwa beban pencemaran yang berasal dari aktivitas masyarakat dan industri telah terjadi, namun sungai masih memiliki kapasitas sedang dalam menampung beban pencemaran tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan rutin oleh pemerintah serta pengelolaan yang proaktif guna mencegah peningkatan tingkat pencemaran yang dapat mengganggu daya dukung dan kapasitas asimilasi sungai, sehingga keberlanjutan ekosistem Sungai Barito dapat tetap terjaga dalam jangka panjang
References
Adharini, R. I., Probosunu, N., & Satriyo, T. B. (2021). Kelimpahan dan struktur komunitas plankton di Sungai Pasir dari Kabupaten Kulon Progo (Yogyakarta) hingga Purworejo (Jawa Tengah). LIMNOTEK: Perairan Darat Tropis di Indonesia, 28(2), 71–82. DOI:10.14203/limnotek.v28i2.356
Ananda, Y., Restu, I. W., & Ekawaty, R. (2019). Status tropik dan struktur komunitas fitoplankton di Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Jurnal Metamorfosa, 6(1), 58–66. DOI: 10.24843/metamorfosa.v06.i01.p10
Aryawati, R. (2021). Fitoplankton sebagai bioindikator pencemaran organik di perairan Sungai Musi bagian hilir Sumatera Selatan. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(1), 163–171. DOI:10.29244/jitkt.v13i1.25498
Dewi, S. S. (2020). Kelimpahan Plankton Di Perairan Sungai Pelawi Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Jeumpa, 7(2), 414-421. DOI: https://doi.org/10.33059/jj.v7i2.3071
Djamil, M. H. A. G., Gumilang, M. R., & Hantono, D. (2022). Dampak reklamasi terhadap lingkungan dan perekonomian warga pesisir di Jakarta Utara. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota, 18(3), 296-303. DOI: 10.14710/pwk.v18i3.36930
Fitri, R., Fitri, R., & Riswana, P. (2020). Keanekaragaman jenis plankton di perairan Pantai Kaca Kacu Pulo Aceh Kabupaten Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional Biotik 2020. DOI: https://doi.org/10.22373/pbio.v9i1.9604
Kamilia, H. (2021). Phytoplankton and Its Relationship to White Leg Shrimp (Litopenaeus vannamei) Culture Productivity in Alasbulu, Banyuwangi. Journal Experimental life Science. 11(2). https://jels.ub.ac.id/index.php/jels/article/view/435/368
Kesuma, A. J., Alimiah, U. S., & Maretta, G. (2022). Keanekaragaman makrozoobentos sebagai indikator kualitas perairan Sungai Langsep Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Biosains, 8(3), 221-230. https://doi.org/10.24042/organisms.v2i1.11850
Kusuma, M. N., & Musarofa. (2020). Analisa kualitas air sungai dengan bioindikator makroinvertebrata di Sungai Galengdowo. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan, 12(1), 68–71.
Malakane, K., Addo-Bediako, A., & Kekana, M. (2020). Benthic macroinvertebrates as bioindicators of water quality in the Blyde River of the Olifants River System, South Africa. Applied Ecology and Environmental Research, 18(1), 1621–1635. http://dx.doi.org/10.15666/aeer/ 1801_16211635
Nazar, A., Utami, E., & Umroh. (2024). Korelasi keanekaragaman plankton dengan parameter fisika-kimia perairan di Estuari Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah. Journal of Marine Research, 13(3), 485-492. DOI: https://doi.org/10.14710/jmr.v13i3.39310
Rusmidin, & Samsi, A. N. (2022). Identifikasi plankton dan bentos di Sungai Tamanroya Kecamatan Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar. Borneo Journal of Biology Education (BJBE), 5(1), 355–362. DOI:10.35334/bjbe.v5i1.3900
Suhadi, M., Gustomi, A., & Supratman, O. (2020). Struktur komunitas plankton sebagai bioindikator kualitas air di Sungai Upang Desa Tanah Bawah Kecamatan Puding Besar. Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan, 14(1), 26-32. DOI: https://doi.org/10.33019/akuatik.v14i1.2014
Shabrina, F. N., Saptarini, D., & Setiawan, E. (2020). Struktur komunitas plankton di pesisir utara Kabupaten Tuban. Jurnal Sains dan Seni ITS, 9(2). DOI: 10.12962/j23373520.v9i2.55150
Wulandari, D. J., Larasati, C. E., & Paryono. (2025). Abundance of Plankton Types and Diversity in The Water of Teluk Nare, North Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 25(3), 2822–2830. DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9576
Zohri, L. H. N., al Idrus, A., & Japa, L. (2020). Phytoplankton diversity as bioindicator of Pandanduri Dam Waters, East Lombok Regency. Jurnal Biologi Tropis, 20(3), 355–362. DOI: 10.29303/jbt.v20i3.2024
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Allan Pramudita, Gunawan Ismail

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







