Analisis Tingkat Kebisingan dan Kualitas Udara Ambien: Studi Kasus Jalan Bypass Ngurah Rai, Provinsi Bali
DOI:
https://doi.org/10.70716/tres.v2i1.572Keywords:
Baku mutu, Bypass Ngurah Rai, Tingkat Kebisingan, Udara AmbienAbstract
Pembangunan infrastruktur jalan yang pesat, seperti pada ruas Jalan Bypass Ngurah Rai, esensial bagi pertumbuhan ekonomi, namun seringkali menimbulkan pencemaran lingkungan, seperti kebisingan dan udara ambien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan lalu lintas dan kualitas udara ambien untuk menilai kepatuhannya terhadap baku mutu di wilayah Denpasar, Bali. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pengukuran tingkat kebisingan Lavg, Lmin, dan Lmaks menggunakan Sound Level Meter secara berkelanjutan di empat stasiun strategis. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan ambang batas baku mutu 70 dB(A) untuk kawasan perdagangan dan jasa, sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 48 Tahun 1996. Pengukuran udara ambien dilakukan pada parameter Nitrogen dioksida (NO2), Sulfur dioksida (SO2), Debu, Hidrokarbon (HC), Karbon monoksida (CO), Ozon (O3), dan Timbal (Pb) dibandingkan langsung dengan baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 22 tahun 2021 lampiran VII. Temuan menunjukkan bahwa tingkat kebisingan rata-rata Lavg pada tiga dari empat stasiun berada pada batas maksimum atau bahkan melampaui standar yang diizinkan, yaitu Stasiun 1 (70,5 dBA), Stasiun 3 (70,3 dBA), dan Stasiun 4 (70,0 dBA). Sedankan hasil pengujian kualitas udara ambien pada seluruh titik pengamatan masih memenuhi baku mutu lingkungan yang berlaku. Hal ini menyimpulkan bahwa ruas Jalan Bypass Ngurah Rai mengalami tekanan akustik yang signifikan akibat volume dan kecepatan lalu lintas, menjadikannya sumber polusi kebisingan dominan di wilayah studi. Temuan ini menjadi landasan krusial bagi pemerintah daerah untuk merumuskan kebijakan pengendalian kebisingan yang efektif dan mengimplementasikan upaya mitigasi, seperti pemasangan penghalang bising atau pengendalian komposisi lalu lintas, guna menjaga kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar
References
Ariyadi, I. et al. (2023). Analisis pengaruh volume lalu lintas terhadap tingkat kebisingan lalu lintas pada ruas jalan Waturenggong Kota Denpasar Bali. Jurnal Ilmiah Teknik Unmas, 3(1), 55–60. https://e-journal.unmas.ac.id
Balirante, M., Lefrandt, L. I. R., & Kumaat, M. (2020). Analisa tingkat kebisingan lalu lintas di jalan raya ditinjau dari tingkat baku mutu kebisingan yang diizinkan. Jurnal Sipil Statik, 8(2), 249–256. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jss/article/view/28723/ 28054
Hahad, O. et al. (2025). Noise and mental health: evidence, mechanisms, and consequences. Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology, 35, 16–23. https://www.nature.com/articles/s41370-024-00642-5
Hasanuddin, Leonard. K, Wahyuni, dan Tenriawi. W (2024). Pemantauan Konsentrasi Kualitas Udara Ambien Desa Mattunreng Tellue Kabupaten Sinjai, Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 13076-1308.
Hasibuan, D. K. (2020). Analisis spasial tingkat kebisingan aktivitas transportasi (Studi kasus: Persimpangan Jl. Sisingamangaraja – Jl. A. H. Nasution Kota Medan). Tesis. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/30511
Kementerian PU. (2020). Pedoman mitigasi dampak kebisingan akibat lalu lintas jalan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Jakarta. https://binamarga.pu.go.id/ uploads/files/774/pedoman-mitigasi-dampak-kebisingan-akibat-lalu-lintas-jalan.pdf
Khan, D., & Burdzik, R. (2025). Noise and vibration as environmental impacts of transportation: Comprehensive review. Transportation Research Interdisciplinary Perspectives, 34(1), 01–25. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S259 019822500257X
Ministry of Environment Decree No. 48/1996 on Noise Level Standard. https://ppkl.menlhk.go.id/website/filebox/723/190930165749Kepmen%20LH%2048%20Tahun%201996.pdf
Mulyani .T, dan Ainingsih. S .(2024). Analisa Pemantauan Kualitas Udara Ambien (Pm2,5pm10dan Tsp) di Pt Sucofindo Kota Bandung. Jurnal Lingkungan dan Sumberdaya Alam, 7(2), 100-108,. DOI: https://doi.org/10.47080/jls.v7i2.3671
Munzel, T. et al. (2025). Transportation noise and the cardiometabolic risk. Atherosclerosis, 403, 01–11. https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0021915025000450
Perangin-Angin, D., Riogilang, H., & Mangangka, I. (2022). Analisis tingkat kebisingan lingkungan di kawasan Terminal Karombasan Kota Manado. Tekno, 20(82), 527–536. https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/tekno/article/view/44145/40286
Putri, M. R. D. (2020). Analisis tingkat kebisingan lalu lintas berdasarkan variasi guna lahan (Studi kasus: Jalan AH Nasution Kota Metro). Jurnal Teknologi Sipil dan Manajemen, 6(2), 22–30. https://teslink.nusaputra.ac.id/article/view/156/77
Suryadarmawan, I. G. A. et al. (2025). Analisis tingkat kebisingan lalu lintas pada kawasan perdagangan dan jasa di Kabupaten Gianyar. Jurnal Ilmiah Kurva Teknik, 14(1), 55–65. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/jikt
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Allan Darma Putra Pramudita, Muhammad Anang Hadiat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







