Efektivitas Edukasi Kesehatan dalam Mencegah Penyakit Tidak Menular di Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.70716/pjmr.v2i2.451Keywords:
Health education, non-communicable diseases,, prevention, healthy lifestyle behavior, communityAbstract
Penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes mellitus, hipertensi, dan penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Peningkatan prevalensi PTM sebagian besar dipengaruhi oleh pola hidup tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, konsumsi makanan tidak bergizi, serta kebiasaan merokok. Oleh karena itu, upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi penting dalam menekan angka kejadian PTM di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku masyarakat terkait pencegahan PTM. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test terhadap kelompok masyarakat yang diberikan intervensi berupa penyuluhan kesehatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku sebelum dan sesudah edukasi, kemudian dianalisis secara statistik untuk melihat perbedaan yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat setelah diberikan edukasi kesehatan. Selain itu, terjadi perubahan perilaku positif seperti peningkatan aktivitas fisik, pola makan sehat, dan penurunan kebiasaan merokok. Dengan demikian, edukasi kesehatan terbukti efektif sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular, sehingga perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program kesehatan masyarakat.
Downloads
References
Beaglehole, R., Bonita, R., Horton, R., Adams, C., Alleyne, G., Asaria, P., & Lancet NCD Action Group. (2011). Priority actions for the non-communicable disease crisis. The Lancet, 377(9775), 1438–1447.
Bloom, D. E., Cafiero, E., Jané-Llopis, E., et al. (2018). The global economic burden of noncommunicable diseases. World Economic Forum.
Campbell, D. T., & Stanley, J. C. (2015). Experimental and quasi-experimental designs for research. Houghton Mifflin Company.
Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2008). Health behavior and health education: Theory, research, and practice. Jossey-Bass.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach. McGraw-Hill.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia.
Kickbusch, I., Pelikan, J. M., Apfel, F., & Tsouros, A. (2013). Health literacy. WHO.
Marmot, M., Allen, J., Boyce, T., et al. (2020). Health equity in England. Institute of Health Equity.
Noar, S. M., Benac, C. N., & Harris, M. S. (2009). Does tailoring matter? Meta-analytic review of tailored print health behavior change interventions. Psychological Bulletin, 135(4), 673–693.
Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal. Health Promotion International, 15(3), 259–267.
Prochaska, J. O., & Velicer, W. F. (1997). The transtheoretical model of health behavior change. American Journal of Health Promotion, 12(1), 38–48.
Rosenstock, I. M., Strecher, V. J., & Becker, M. H. (1988). Social learning theory and the Health Belief Model. Health Education Quarterly, 15(2), 175–183.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Health Organization. (2023). Noncommunicable diseases. WHO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kurniawan Putra, Wahyu Hidayat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








