Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar di Daerah 3T Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur
DOI:
https://doi.org/10.70716/jocdem.v2i4.719Keywords:
Augmented Reality, Science Literacy, Primary School, 3T Regions, Sabu RaijuaAbstract
The execution of this community service activity was based on the low science literacy among elementary school students in Frontier, Outermost, and Underdeveloped (3T) regions, particularly in Sabu Raijua Regency, East Nusa Tenggara. The limited availability of visual learning aids makes abstract science concepts difficult to comprehend. This activity aimed to enhance the science literacy of elementary school students by utilizing Augmented Reality (AR)-based learning media that is interactive and adaptive to local conditions. Method: The method applied in this service program involved structured training and mentoring (action research). The target participants included elementary school teachers and students in the partner region. Implementation stages consisted of an AR technology introduction workshop for teachers, a classroom simulation of the science AR application, and intensive mentoring during the teaching and learning process. To overcome infrastructure and network constraints in the 3T region, the AR application was designed to be fully accessible offline. The program's success was evaluated using pre-test and post-test instruments measuring science literacy skills, alongside student response questionnaires. Results: The results demonstrated a significant increase in students' science literacy achievements, particularly in understanding abstract natural concepts. The use of AR media successfully boosted student enthusiasm, motivation, and active engagement in classroom learning, reaching a "very good" category. Conclusion: This community service program concludes that the appropriate use of AR technology is proven to be an effective and innovative solution to address disparities in science education quality across 3T regions, while simultaneously enhancing teachers' pedagogical capacity to integrate simple learning technology.
Downloads
References
Azuma, R. T. (1997). A survey of augmented reality. Presence: Teleoperators & Virtual Environments, 6(4), 355-385.
Fahmi, A., & Maryani, S. (2023). Pengukuran Kemampuan Literasi Sains Siswa Sekolah Dasar Menggunakan Instrumen Standar. Jurnal Penilaian Pendidikan Dasar, 5(2), 112-125.
Hidayat, T., & Saputra, R. (2024). Analisis Kesiapan Guru di Daerah Terpencil dalam Mengadopsi Teknologi Pembelajaran Digital. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 14(1), 45-58.
Kusuma, W., & Wardani, K. (2025). Cetak Biru Pengembangan Pendidikan di Wilayah Perbatasan dan 3T melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna. Jurnal Kebijakan Pendidikan Nasional, 9(3), 201-218.
Nugroho, B., & Handayani, T. (2023). Tantangan Infrastruktur Kelistrikan dan Jaringan Telekomunikasi terhadap Digitalisasi Sekolah di NTT. Jurnal Teknologi dan Informasi Daerah, 11(2), 89-102.
Prasetyo, A., & Utami, I. (2022). Aksesibilitas Geografis dan Dampaknya terhadap Ketimpangan Mutu Pendidikan Dasar di Kabupaten Sabu Raijua. Jurnal Geografi Pendidikan, 8(1), 34-47.
Pratama, H. (2022). Mengenal Augmented Reality: Teori dan Implementasi dalam Dunia Pendidikan Moderen. Jakarta: Tekno Press.
Putri, R. A., dkk. (2022). Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Imersif terhadap Retensi Memori dan Motivasi Belajar Siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(4), 310-323.
Rahmawati, E., dkk. (2024). Studi Eksplorasi Kemampuan Literasi Sains dan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 12(2), 155-168.
Ramadhan, F., & Sari, N. (2023). Model Pendampingan Pengajar untuk Keberlanjutan Integrasi Teknologi di Sekolah Dasar. Jurnal Pengabdian Masyarakat bidang Pendidikan, 7(3), 244-259.
Sanjaya, M. (2025). Mengurangi Kesenjangan Kognitif Anak Daerah 3T Melalui Ekosistem Pembelajaran Digital Luring. Jurnal Inovasi Pembelajaran Indonesia, 6(1), 12-27.
Setyawan, D. (2024). Pemerataan Hak Pendidikan Dasar Melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi Ramah Gawai Rendah. Jurnal Pendidikan Keadilan Sosial, 4(2), 88-101.
Sutrisno, E. (2021). Literasi Sains di Sekolah Dasar: Strategi, Tantangan, dan Implementasi Kurikulum Merdeka. Bandung: Alfabeta.
Wijaya, C., & Lestari, P. (2021). Peran Guru Sebagai Agen Perubahan dalam Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Sekolah. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, 9(2), 175-189.
Wulandari, S., & Kurniawan, D. (2023). Keterbatasan Alat Peraga Sains Kuantitatif dan Solusi Alternatif Guru Sekolah Dasar di Wilayah Pelosok. Jurnal Edukasi Sains, 11(3), 202-215.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Fathan Zarkasi, Maya Fitria

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








